RADIO SEHATI
  • Beranda
  • Berita
    • Headline
    • Hiburan
    • Ragam
    • Idea
    • Olahraga
  • Selayang Pandang
  • Jadwal Special Program
  • Kerjasama dan Iklan
  • Profil Pengelola
  • Alamat Kontak
RADIO SEHATI
Home BERITA

Begini Strategi Pemkab Purworejo Kendalikan Kasus DBD

Andri Herdiansyah Penulis: Andri Herdiansyah
Jumat, 17 Januari 2025
Begini Strategi Pemkab Purworejo Kendalikan Kasus DBD
Share on FacebookShare on Twitter

RADIO STREAMING SEHATI - Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Rapat Koordinasi (rakor) Pengendalian DBD di Kabupaten Purworejo Tahun 2025 pada Rabu (15/01/025), di Aula Kantor Dinkesda Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari Puskesmas, Dinkominfostasandi, DPPPAPMD, BPBD, dan TP PKK Kabupaten Purworejo.

Kabupaten Purworejo tengah menghadapi penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) yang meningkat. Kasus DBD di Kabupaten Purworejo di tahun 2024, menjadi 10 persen, mengalami kenaikan drastis dari yang sebelumnya pada tahun 2023 sekitar 2 atau 3 persen saja. Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi MM dalam sambutannya saat membuka rakor.

RelatedPosts

HUT IKPLN 2026, 25 Tahun IKPLN Jadi Pilar Penting PLN dan Rumah Besar Pensiunan PLN

TPA Hampir Penuh, Sampah Kota akan Disulap Jadi Listrik

Jelang Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri Soroti Titik Rawan Maut di Jalur Mudik Trans Jawa

"Tahun 2023 lalu total kasus demam ada 1434, yang meninggal 5. Tahun 2024 total kasusnya 3312, dua kali lipat lebih banyak dari tahun 2023, demam berdarahnya 10 persen, padahal awal tahun sebelumnya cuma 2 persen," ungkap Sudarmi dilansir dari laman resmi Pemkab Purworejo, dilihat Jumat, 17 Januari 2025..

Sudarmi mengimbau semua sektor, baik puskesmas, PKK, maupun OPD terkait untuk berupaya semaksimal mungkin untuk menanggulangi kasus DBD di Kabupaten Purworejo. Salah satunya disebutkan beberapa langkah, di antaranya memanfaatkan pertemuan-pertemuan yang ada di lingkungan masing-masing dan melalui media sosial. Dengan sosialisasi dan publikasi secara masif diyakini dapat menurunkan angka kasus DBD di Kabupaten Purworejo.

"Manfaatkan pertemuan-pertemuan, panjenengan sampaikan program kita, kalau misal tidak bisa hadir pertemuan, titip pesan kepada yang lain untuk menyampaikan dan mengimbau warga untuk bersama-sama peduli dan melakukan aksi nyata untuk memberantas DBD ini," ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkesda Kabupaten Purworejo dr. Budi Susanti, M.Sc., menyampaikan kebijakan dan strategi pencegahan dan pengendalian DBD. Di antaranya disebutkan tentang gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pemantauan jentik berkala (PJB).

"Pemantauan jentik seminggu sekali harus diiringi dengan PSN 3M Plus. 3M itu menguras (membersihkan) bak mandi atau kontainer lain yang berisiko, lalu menutup rapat tempat penampungan air dan M yang ketiga yaitu memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas. Lalu Plus-nya adalah mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk," Budi Susanti menjelaskan.

Budi Susanti juga menjelaskan tentang G1R1J 3x10 atau Gerakan 1 Rumah 1 kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik), yaitu setiap hari Minggu jam 10 pagi dilakukan PSN di rumah, pelaksanaan PSN di rumah selama 10 menit, dan kegiatan PSN ini diulangi minimal 10 minggu berturut-turut.

Hasil dari rakor disampaikan rencana tindak lanjut, di antaranya Puskesmas bertanggungjawab untuk membentuk kader jumantik di setiap Dawis khusus di desa dengan kasus tinggi, selanjutnya melaporkan hasil kegiatan PJB dan PSN dan membuat media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) masif ke desa lokus bersama petugas daerah binaan.

Sementara itu sebagai rencana tindak lanjut, Dinkominfostasandi memberikan dukungan dalam bentuk publikasi pencegahan DBD melalui media KIE, PKK bertugas mendukung kegiatan PJB dan PSN, BPBD mendukung pengendalian DBD (termasuk bencana non alam) dan DPPPAPMD bertugas mendukung kegiatan PSN dan PJB bersama pemdes.

Dengan adanya rakor ini diharapkan semua pihak dapat bersinergi dan berkomitmen untuk menurunkan angka kasus DBD di Kabupaten Purworejo. Melalui langkah-langkah konkret yang telah disepakati, diharapkan kasus DBD di Purworejo dapat segera teratasi.***

Editor: Andri Herdiansyah

Related Posts

HUT IKPLN 2026, 25 Tahun IKPLN Jadi Pilar Penting PLN dan Rumah Besar Pensiunan PLN
BERITA

HUT IKPLN 2026, 25 Tahun IKPLN Jadi Pilar Penting PLN dan Rumah Besar Pensiunan PLN

Senin, 9 Februari 2026
TPA Hampir Penuh, Sampah Kota akan Disulap Jadi Listrik
BERITA

TPA Hampir Penuh, Sampah Kota akan Disulap Jadi Listrik

Jumat, 6 Februari 2026
Jelang Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri Soroti Titik Rawan Maut di Jalur Mudik Trans Jawa
BERITA

Jelang Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri Soroti Titik Rawan Maut di Jalur Mudik Trans Jawa

Kamis, 5 Februari 2026
BMKG Gandeng Perusahaan Jepang, AI Canggih Disiapkan untuk ‘Tangkap’ Siklon dan Banjir Lebih Cepat
BERITA

BMKG Gandeng Perusahaan Jepang, AI Canggih Disiapkan untuk ‘Tangkap’ Siklon dan Banjir Lebih Cepat

Kamis, 5 Februari 2026
Penyesuaian Layanan dan Operasional Stasiun Gadobangkong Dorong Lonjakan Penumpang Commuter Line Bandung Raya
BERITA

Penyesuaian Layanan dan Operasional Stasiun Gadobangkong Dorong Lonjakan Penumpang Commuter Line Bandung Raya

Senin, 2 Februari 2026
Bukan Hanya Ijab Kabul, Pengantin di Sulteng Tanam Pohon sebagai Janji Seumur Hidup
BERITA

Bukan Hanya Ijab Kabul, Pengantin di Sulteng Tanam Pohon sebagai Janji Seumur Hidup

Rabu, 28 Januari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Selayang Pandang
  • Jadwal Special Program
  • Kerjasama dan Iklan
  • Profil Pengelola
  • Alamat Kontak
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Headline
    • Hiburan
    • Ragam
    • Idea
    • Olahraga
  • Selayang Pandang
  • Jadwal Special Program
  • Kerjasama dan Iklan
  • Profil Pengelola
  • Alamat Kontak

© 2024 radiosehati.com

Klik Untuk Request dan Komen

RCAST.NET

Editor: Andri Herdiansyah

Request Lagu

Memuat…