RADIO STREAMING SEHATI – Peluang usaha kuliner dan oleh-oleh khas daerah kini makin menjanjikan. Teras Balongan di Indramayu menjadi contoh nyata bagaimana UMKM bisa berkembang, bahkan menembus pasar internasional dengan strategi yang tepat.
Minat masyarakat terhadap bisnis kuliner dan oleh-oleh terus meningkat, terutama menjelang momen Lebaran. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha yang ingin memulai bisnis dengan modal relatif kecil namun berpotensi keuntungan tinggi.
Salah satu contoh sukses datang dari Teras Balongan, pusat oleh-oleh khas pesisir di Indramayu, Jawa Barat. Berlokasi strategis di jalur mudik, tempat ini menjadi magnet bagi pemudik yang mencari produk lokal berkualitas sekaligus peluang usaha baru.
Beragam produk UMKM ditawarkan, mulai dari rengginang terasi, kerupuk udang, kerupuk ikan, hingga sambal dan olahan terasi kemasan. Produk-produk ini memiliki keunggulan rasa khas pesisir yang kuat, sehingga memiliki nilai jual tinggi di pasar.
Menariknya, sejumlah produk dari Teras Balongan bahkan telah menembus pasar luar negeri seperti Australia, Taiwan, dan Hong Kong. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis makanan ringan khas daerah memiliki potensi ekspor yang besar jika dikelola dengan baik.
Dari sisi harga, produk dijual mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu. Rentang harga ini membuka peluang bagi siapa saja untuk menjadi reseller atau memulai usaha serupa tanpa modal besar.
Selain itu, tren digital marketing dan penjualan online semakin memudahkan pelaku UMKM menjangkau pasar lebih luas. Dengan strategi pemasaran yang tepat, bisnis oleh-oleh khas daerah bisa berkembang pesat dan menghasilkan keuntungan berkelanjutan.
Teras Balongan juga menjadi bukti bahwa dukungan pembinaan, seperti pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital, mampu meningkatkan daya saing UMKM. Program seperti ini membantu pelaku usaha naik kelas dan memperluas jaringan bisnis.
Bagi masyarakat yang ingin memulai usaha di tahun 2026, bisnis oleh-oleh khas daerah bisa menjadi pilihan menjanjikan. Dengan memanfaatkan momentum pasar, inovasi produk, dan pemasaran digital, peluang meraih keuntungan besar semakin terbuka lebar.***
Editor: Andri Herdiansyah






