PERINGATAN World Zero Waste Day pada 30 Maret 2026 bukan sekadar seremonial. Hari ini menjadi pengingat kuat bahwa kebiasaan kecil—seperti membuang sisa makanan—punya dampak besar terhadap krisis iklim global.
Sahabat Sehati Sejiwa, setiap tanggal 30 Maret dunia memperingati World Zero Waste Day atau Hari Internasional Tanpa Sampah. Penetapan ini berawal dari resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 14 Desember 2022 dalam sidang ke-77. Usulan tersebut diajukan oleh Turki dan didukung lebih dari 100 negara sebagai bagian dari upaya global mengurangi krisis sampah.
Peringatan ini bertujuan mendorong pola konsumsi dan produksi berkelanjutan, mempercepat peralihan menuju ekonomi sirkular, serta meningkatkan kesadaran bahwa pengurangan limbah berperan penting dalam pencapaian target pembangunan berkelanjutan atau SDGs 2030.
Pada 2026, perhatian dunia tertuju pada limbah makanan. Program Lingkungan PBB (UNEP) menegaskan bahwa limbah makanan menyumbang sekitar 14 persen emisi metana global, salah satu gas rumah kaca paling berbahaya. Mengurangi limbah makanan dinilai sebagai langkah sederhana namun efektif dalam menekan perubahan iklim.
Selain itu, pengurangan limbah juga membuat sistem pangan lebih efisien dan berkelanjutan. Upaya ini mampu menghemat sumber daya seperti air, energi, dan lahan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui inovasi dan penciptaan lapangan kerja.
Di Indonesia, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah mendorong penerapan konsep zero waste di berbagai layanan pemenuhan gizi. Pengelolaan limbah dilakukan secara mandiri, mulai dari pengolahan menjadi kompos, pakan ternak, hingga pengolahan limbah cair melalui instalasi khusus agar tidak mencemari lingkungan.
Momentum ini menjadi ajakan bagi masyarakat untuk memulai dari hal sederhana, seperti mengurangi sisa makanan, membatasi konsumsi berlebihan, hingga lebih bijak dalam berbelanja.
Kini pertanyaannya, bisakah kita menjalani satu hari saja tanpa membuang sampah makanan? Langkah kecil ini bisa menjadi awal perubahan besar bagi bumi.***
Editor: Andri Herdiansyah






