RADIO STREAMING SEHATI - Di tengah kebahagiaan usai mengucap ijab kabul, sejumlah pasangan pengantin di Sulawesi Tengah memilih melangkah ke halaman dan menanam pohon. Bagi mereka, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi juga awal komitmen untuk menjaga kehidupan dan alam.
Momen tersebut terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA) Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Sejumlah pasangan pengantin menanam pohon usai melangsungkan akad nikah sebagai bagian dari program Pohon Samawa yang digagas KUA Ampana Kota bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tojo Una-Una.
Program ini sekaligus menjadi implementasi Gerakan Ekoteologi Lintas Agama yang diinisiasi Kementerian Agama, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak terbentuknya sebuah keluarga.
Pasangan pengantin yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Abdul Rahman–Mersy Anapode, Sam Husen–Zaenab, serta Sahrul–Alivia J. Suya.
Salah satu pengantin, Abdul Rahman, mengatakan penanaman pohon memiliki makna mendalam bagi perjalanan rumah tangganya.
“Kami tidak hanya memulai hidup bersama, tetapi juga memulai komitmen untuk menjaga ciptaan Tuhan. Pohon ini akan menjadi pengingat bahwa rumah tangga harus dirawat sebagaimana kami merawat alam,” ujarnya, sebagimana dilanir radiosehati.com dari laman resmi Kemenag RI. Rabu, 28 Januari 2026.
Pohon-pohon yang ditanam merupakan bibit yang disiapkan melalui kerja sama KUA Ampana Kota dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tojo Una-Una. Program Pohon Samawa dirancang untuk mendorong keterlibatan keluarga sebagai unit terkecil dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una, Muh. Syahruddin, mengatakan pernikahan memiliki dimensi sosial dan ekologis yang tidak terpisahkan. Menurutnya, keluarga baru yang terbentuk memiliki tanggung jawab moral untuk turut menjaga alam.
“Pohon yang ditanam hari ini bukan sekadar simbol, tetapi komitmen dan janji moral untuk tumbuh bersama alam serta memberi manfaat bagi sesama,” kata Syahruddin.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari nilai keagamaan yang perlu dibiasakan sejak dini. Melalui program ini, keluarga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran untuk menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.***
Editor: Andri Herdiansyah






