RADIO STREAMING SEHATI - Banjir yang menggenang sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi sudah mulai surut. Namun bau lumpur masih terasa menyengat di sudut-sudut rumah warga yang terendam banjir. Aktivitas perlahan kembali berjalan, tapi ancaman baru justru mengintai.
"Berbagai penyakit berpotensi muncul akibat paparan air kotor dan lingkungan yang belum sepenuhnya bersih," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Arief Kurnia, sebagaimana dilansir radiosehati.com dari laman TBNews, dilihat Rabu, 28 Januari 2026.
Menurutnya, pascabanjir yang menggenang sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, masyarakat kembali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul akibat kontak dengan air banjir, lumpur, serta material lain yang terbawa arus.
“Apalagi banjir tahun ini cukup besar dan membawa lumpur serta berbagai material lainnya. Penyakit yang sering dialami warga antara lain infeksi saluran pernapasan atas, batuk, pilek, demam, diare, gangguan kulit seperti dermatitis dan gatal-gatal, serta kelelahan yang menyebabkan pegal-pegal dan kelemahan otot,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah utama pencegahan penyakit pascabanjir. Menurutnya, banjir yang melanda 17 kecamatan di Kabupaten Bekasi menuntut kesadaran masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
“Masyarakat harus menerapkan perilaku hidup sehat setelah banjir yang melanda wilayah kita. Petugas kami pun sudah mensosialisasikan hal itu,” katanya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi juga telah menerjunkan petugas kesehatan ke sejumlah posko kesehatan di wilayah terdampak banjir. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu memeriksakan kondisi kesehatan apabila mengalami keluhan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang terdampak banjir, untuk selalu menjaga kesehatannya, memeriksakan diri ke posko-posko kesehatan baik di puskesmas maupun posko pengungsian, serta menjaga kebersihan rumah pasca banjir,” jelas Arief.
Selain penyakit akibat paparan air kotor, Arief juga mengingatkan potensi meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap terjadi pada musim penghujan.
“Untuk mencegah DBD, masyarakat agar selalu menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang-barang yang bisa menampung air, sehingga nyamuk DBD tidak bisa bertelur dan berkembang biak,” tandasnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir serta mengantisipasi penyebaran penyakit pascabanjir.***
Editor: Andri Herdiansyah






