RADIO STREAMING SEHATI - Kegiatan seni budaya Gendhing Setu Legi kembali digelar oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Dinkominfostasandi) Kabupaten Purworejo. Agenda yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Purworejo, Jumat (23/1/2026), ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo.
Penyelenggaraan Gendhing Setu Legi dinilai sebagai upaya pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal di tengah kuatnya arus budaya global. Namun, tantangan pelestarian budaya seyogyanya tidak hanya berhenti pada agenda seremonial, melainkan membutuhkan strategi berkelanjutan agar seni tradisi tetap relevan dan diminati, terutama oleh generasi muda.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH menyampaikan bahwa penetrasi budaya luar secara perlahan telah memengaruhi eksistensi budaya lokal. Menurutnya, tanpa komitmen dan upaya serius dari seluruh pihak, budaya daerah berisiko semakin terpinggirkan.
“Gendhing Setu Legi menjadi salah satu langkah konkret untuk menjaga agar budaya lokal tetap hidup, sekaligus menyediakan ruang berekspresi bagi para seniman di Kabupaten Purworejo,” ujar Yuli dalam sambutannya, sebagaimana dilansir radiosehati.com dari laman resmi Pemkab Purworejo, Senin, 26 Januari 2026
Ia mengapresiasi peran para seniman dan pihak-pihak yang secara konsisten terlibat dalam pelestarian seni budaya daerah. Bupati berharap kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga mampu menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas.
Dalam konteks peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo, Yuli juga mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai sarana refleksi terhadap capaian pembangunan daerah yang telah dilakukan bersama.
“Semangat guyub rukun harus terus diperkuat agar peringatan hari jadi tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga mendorong persatuan dan kebersamaan dalam mewujudkan kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Purworejo,” tegasnya.
Ke depan, keberlanjutan program seni budaya seperti Gendhing Setu Legi diharapkan dapat dibarengi dengan inovasi, dukungan kebijakan, serta keterlibatan generasi muda, agar pelestarian budaya tidak hanya bertahan, tetapi berkembang sesuai dengan dinamika zaman.***
Editor: Andri Herdiansyah






