SAHABAT Sehati Sejiwa, di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, ada salah satu obat alami yang mudah, gratis, dan penuh kehangatan, yaitu pelukan. Ternyata, gestur sederhana ini bukan sekadar ungkapan kasih sayang, melainkan juga memiliki kekuatan psikologis yang luar biasa untuk menenangkan pikiran, bertahan hidup, bahkan membuat tubuh individu lebih sehat.
Sebuah penelitian di Carnegie Mellon University meminta 400 orang yang sehat melakukan beberapa pelukan dalam jangka waktu dua minggu. Lalu kesehatan mereka pun diperiksa. Hasilnya, sedikit sekali yang terkena flu dan stres.
Pelukan merupakan salah satu cara agar bisa bersentuhan. Manusia memiliki kebutuhan untuk disentuh (dengan kasih sayang). Ketika kebutuhan tersebut terpenuhi, hormon di dalam tubuh Anda dapat bekerja dengan baik. Pelukan diketahui dapat menurunkan hormon insulin dan memperbaiki hormon tidur Anda. Tidur yang cukup akan mengurangi Anda dari stres. Menurut Tiffany Field, PhD, pimpinan Touch Research Institute di University of Miami School of Medicine, mengungkapkan bahwa pelukan mampu mengurangi rasa sakit, cemas, depresi, dan prilaku agresif.
Tubuh manusia terdiri dari saraf-saraf, saat Anda berpelukan dengan orang terkasih, terjadi percikan elektrik dan mampu mengaktifkan sel saraf otak serta pusat. Berdasarkan penelitian berhubungan dengan hormon tubuh dan jaringan saraf, sentuhan kasih sayang dapat dikaitkan dengan perubahan IQ, kemampuan membaca dan mengingat, serta mengurangi rasa takut yang pada anak-anak. Ada pendapat yang mengatakan, kurangnya pelukan dianggap salah satu pemicu munculnya kekerasan. Alih2 memarahi anak karena mendapat nilai jelek di sekolah sesungguhnya jauh lebih berguna untuk memeluk anak yang sedang buruk suasana hatinya.
Pikiran negatif adalah merupakan sumber dari beberapa masalah. Stres, cemas, dan takut semua berasal dari pikiran negatif dalam benak kita. Membangun pikiran positif memang tidak mudah, diperlukan usaha berulang sampai ‘berpikir positif’ itu menjadi kebiasaan sehari-hari. Tahukah Sahabat Sehati Sejiwa bahwa pelukan juga membantu kita untuk memproduksi hormon positif?
Ya, pelukan membuat tubuh mengeluarkan hormon oksitosin atau kita menyebutnya sebagai hormon cinta. Hormon ini merupakan pembawa pesan yang berfungsi pada bagian pusat emosional otak, sehingga Anda dapat merasakan kepuasan, mengurangi kecemasan, dan stres.
Selain oksitosin, tubuh juga akan memproduksi hormon serotonin, hormon ini dapat menjaga kesimbangan suasana hati Anda. Ada waktunya saat kita merasa sendirian dan hal tersebut tidak bisa terhindarkan. Pelukan mampu menghilangkan perasaan kesepian tersebut.
Pelukan juga dapat menumbuhkan rasa keterikatan dan dukungan sosial yang amat penting untuk kesehatan mental. Dalam situasi sulit, berat, atau bahkan pada saat menghadapi tekanan hidup, ketika ada seseorang yang siap memberikan pelukan, hal ini bisa memperkuat perasaan diterima dan membuat kita merasa tidak sendiri. Ini berkontribusi besar dalam pengurangan stres psikologis.
Jadi, ketika hidup terasa berat, jangan ragu memberikan atau meminta pelukan. Ini bukan hanya pelukan fisik, tapi juga pelukan jiwa, sebuah cara paling sederhana dan paling manusiawi untuk meredakan stres dan membangun kebahagiaan. Aktivitas ini juga memperkuat ikatan sosial.
Bertepatan dengan tanggal 21 Januari adalah Hari Peluk Nasional di Amerika. Peringatan ini menjadi momen untuk menunjukkan bahwa pelukan merupakan cara paling sederhana dan efektif untuk mengungkapkan kasih sayang.
Mengutip dari laman National Today, ide untuk mencetuskan Hari Peluk Nasional muncul dari Kevin Zaborney pada tahun 1986. Hari Peluk Nasional bertujuan untuk mengajak orang-orang untuk lebih sering memeluk keluarga dan teman.
Tanggal 21 Januari dipilih sebagai peringatan ini karena merupakan waktu antara waktu liburan musim dingin dan tak berselang lama setelah tahun baru. Peringatan ini juga dicetuskan karena Zaborney merasa orang-orang Amerika sering kali terlalu malu menunjukkan kasih sayang di depan umum, sekaligus berharap peringatan Hari Peluk Nasional ini akan mendorong orang-orang Amerika menjadi lebih terbuka mengekspresikan kasih sayangnya melalui pelukan. Zaborney tidak pernah mengira hal tersebut akhirnya menjadi populer.
Sahabat Sehati Sejiwa bisa menyebarkan cinta melalui pelukan hangat kepada buah hati, orang tua serta handai taulan. Semoga bermanfaat.***
Editor: Andri Herdiansyah






