RADIO STREAMING SEHATI - Pensiun sering dianggap sebagai garis akhir, tapi tidak bagi Endah Sriyati, S.Ip. Sejak purna tugas per 1 Februari 2026 dari jabatan terakhirnya sebagai Camat Pakisaji, Kabupaten Malang, ia justru memulai babak baru: mengudara sebagai penyiar radio sekaligus memanen sayur hidroponik di lahan sempit, menjadi langkah nyata yang menautkan hobi, produktivitas, dan ikhtiar mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Justru saat pensiun, kita bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin untuk tetap berkarya dengan semangat dan ketekunan, serta kemampuan yang ada. Dengan ridlo Allah, usaha akan semakin berkah,” ujar Endah Sriyati, S.Ip, kepada radioshati.com, usai panen perdana kebun hidroponiknya, Rabu, 11 Februari 2026.
Selepas menuntaskan pengabdian sebagai aparatur sipil negara, Endah mengaku sejak jauh hari memikirkan aktivitas yang tetap produktif tanpa menyita banyak waktu dan tenaga. Pilihannya jatuh pada dua hobi yang kini ia tekuni lebih serius: siaran radio dan berkebun hidroponik.
Mengudara dari Studio, Menyapa Pendengar
Endah aktif sebagai announcer di Radio Streaming Sehati. Ia hadir dalam program PISCOK (Pengantar Istirahat Sehati, Cocok untuk Sahabat Sejiwa) setiap Senin–Jumat pukul 12.00–14.00 WIB, serta Malming (Malam Mingguan) bareng Hilmilia Sehati setiap Sabtu pukul 21.00–23.00 WIB dengan nama udara Hilmilia Sehati. Melalui siaran audio, ia menyampaikan informasi, hiburan, dan berinteraksi langsung dengan pendengar.

Panen Perdana Hidroponik, Bidik Pasok MBG
Di luar studio, Endah menyiapkan kontribusi lain: memasok sayuran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG)—program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Ia memulai dari kebun hidroponik skala rumah tangga.

Pada 10 Februari 2026, ia memanen perdana selada hijau (Green Rapid). Panen berikutnya, pakcoy/sawi daging/sawi sendok, diproyeksikan menyusul 18 Februari 2026. Menurutnya, momen panen pertama menjadi titik balik dari sekadar hobi menuju petani urban yang lebih serius.
Ia memilih sistem hidroponik dengan sejumlah pertimbangan:
- Pemanfaatan lahan maksimal — bisa di balkon, atap, atau garasi; sistem vertikal memungkinkan hasil 3–10 kali lipat dibanding metode konvensional di luas lahan yang sama.
- Panen lebih cepat dan berkualitas — nutrisi dan oksigen terkontrol presisi.
- Prospek bisnis modern — pasar kafe, restoran, hingga pasar modern mencari sayur segar, bersih, dan minim pestisida.
- Perawatan lebih mudah — tanpa cangkul dan gulma, ramah lingkungan serta tidak menguras tenaga.
- Endah menilai, kebutuhan pasokan sayuran yang masif dan konsisten untuk MBG, yang bergulir sejak Januari 2025, membuka peluang besar bagi petani, kelompok tani, UMKM, hingga BUMDes. “Program ini bukan hanya soal gizi, tapi juga ekosistem usaha berkelanjutan,” katanya.
Secara ekonomi, ia mengakui usaha hidroponik mulai memberi dampak pada penghasilan. Ke depan, Endah berencana menambah titik tanam dan memperluas jenis tanaman, tanpa meninggalkan hobi lainnya seperti merajut (knitting) dan crochet.
Dari ruang siaran hingga rak tanam hidroponik, Endah Sriyati membuktikan bahwa pensiun bisa menjadi awal yang produktif dengan menggabungkan karya, manfaat sosial, dan peluang ekonomi dalam satu tarikan napas.***
Editor: Andri Herdiansyah






