RADIO STREAMING SEHATI - Insiden tabrakan beruntun dilaporkan terjadi di ruas Jalan Tol Cisumdawu, kawasan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, pada Senin pagi, 26 Januari 2026. Saat ini Kasus Tabrakan beruntun yang melibatkan empat kendaraan itu ditangani oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumedang bersama PJR Ditlantas Polda Jabar.
Dari informasi yang berhasil dihimpun pihak kepolisian, kendaraan yang terlibat dalam musibah ini meliputi sebuah truk tronton, Toyota Altis, Honda Mobilio, dan Honda Brio. Disebutkan, kecelakaan bermula saat truk tronton tersebut terguling setelah menghantam beton pembatas jalan (barrier) hingga muatannya berceceran di badan jalan, yang kemudian memicu tabrakan dengan kendaraan lain di belakangnya.
Kasubnit 1 Gakkum Satlantas Polres Sumedang, Aiptu Wawan Setiawan, mengonfirmasi bahwa insiden tragis ini menyebabkan tiga orang meninggal dunia (MD). Seluruh korban jiwa dilaporkan merupakan penumpang dari mobil Toyota Altis yang mengalami kerusakan parah akibat tabrakan tersebut.
“Empat kendaraan terlibat dalam musibah kecelakaan ini, tiga orang meninggal dunia. Berdasarkan identitas sementara, para korban diketahui merupakan warga Aceh dan saat ini seluruhnya telah dievakuasi ke RSUD Umar Wirahadikusumah,” ujar Kasubnit 1 Gakkum Satlantas Polres Sumedang sebagaimana dilansir radiosehati.com dari TB News Polda Jabar, Senin, 26 Januari 2026.
Hingga berita ini diturunkan, tim unit Gakkum Satlantas Polres Sumedang masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mendalami kronologi lengkap serta memastikan faktor pemicu terjadinya kecelakaan beruntun tersebut. Meskipun kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan mendung tanpa hujan, polisi tetap memeriksa berbagai kemungkinan teknis maupun faktor kelalaian pengemudi.
Petugas kepolisian bersama pengelola Tol Cisumdawu masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas. Langkah ini diambil guna memastikan sisa material muatan truk serta kendaraan yang terlibat segera dievakuasi, sehingga jalur tol dapat kembali dilalui dengan aman oleh pengguna jalan lainnya.***
Editor: Andri Herdiansyah






