Sahabat Sehati, Sahabat Sejiwa
Di tengah gelombang kemajuan teknologi dan aktivitas sehari-hari yang serba cepat, kebutuhan menulis dengan tangan kini semakin tergantikan oleh kemudahan mengetik menggunakan smartphone, tablet, laptop, maupun notebook. Perubahan ini membuat kebiasaan menulis tangan kian jarang dilakukan.
Bahkan pada tahun 2014, Docmail, perusahaan pengiriman surat sekaligus percetakan di Inggris, melakukan survei terhadap 2.000 orang. Hasilnya menunjukkan bahwa satu dari tiga responden tidak menulis tangan sama sekali selama lebih dari enam bulan. Tidak hanya itu, survei tersebut juga mengungkapkan bahwa rata-rata responden tidak menulis secara manual selama lebih dari 41 hari.
Manfaat Menulis Tangan bagi Otak dan Daya Ingat
Meski demikian, tahukah Sahabat Sehati Sejiwa bahwa menulis secara manual memiliki manfaat kesehatan dan kognitif yang jauh lebih besar dibandingkan mengetik menggunakan gawai?
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa menulis dengan pena di atas kertas memberikan manfaat kognitif yang tidak dapat ditiru oleh perangkat digital.
“Secara statistik, sebagian besar penelitian dilakukan untuk menganalisis hubungan antara tulisan tangan dan memori. Penelitian menunjukkan bahwa orang lebih baik dalam mengingat hal-hal yang telah mereka tulis secara manual dibandingkan di komputer,” ungkap Naomi Susan Baron, profesor emerita linguistik di American University.
Keunggulan menulis tangan ini berkaitan erat dengan keterlibatan berbagai indra dalam proses menulis.
“Memegang pena dengan jari-jari, menekannya pada permukaan, dan menggerakkan tangan untuk menulis merupakan keterampilan kognitif-motorik yang kompleks. Keterampilan ini membutuhkan banyak perhatian kita,” jelas Mellissa Prunty, pembaca dalam terapi okupasi di Brunel University London, yang meneliti hubungan antara tulisan tangan dan pembelajaran.
Tulisan Tangan dan Kemampuan Belajar
Tingkat pemrosesan yang lebih dalam, termasuk pemetaan bunyi ke bentuk huruf, terbukti mendukung kemampuan membaca dan mengeja pada anak-anak.
Manfaat tulisan tangan juga dirasakan oleh orang dewasa. Sebuah penelitian terhadap 42 orang dewasa yang belajar bahasa Arab menemukan bahwa peserta yang mempelajari huruf dengan menuliskannya secara manual lebih cepat mengenali, menyebutkan, dan melafalkan huruf baru. Hasil ini lebih baik dibandingkan peserta yang belajar dengan cara mengetik atau hanya melihat karakter.
“Hal ini sebagian dapat dijelaskan oleh bagaimana tulisan tangan mengaktifkan jalur yang berbeda menuju konsep yang sama,” kata Robert Wiley, profesor psikologi di University of North Carolina Greensboro.
Wiley menjelaskan bahwa mempelajari kata baru melibatkan hubungan antara simbol abstrak dengan informasi visual, motorik, dan pendengaran. Tulisan tangan mampu mengaktifkan lebih banyak koneksi di berbagai dimensi tersebut dibandingkan mengetik.
Melalui survei terhadap 205 orang dewasa muda di Amerika Serikat dan Eropa, Baron juga menemukan bahwa peserta merasa lebih fokus, konsentrasi lebih stabil, serta memiliki daya ingat yang lebih baik saat menulis menggunakan alat tulis. Hal ini menegaskan bahwa indra peraba memegang peran penting dalam proses penyerapan informasi.
Manfaat Kesehatan Menulis dengan Tangan
Selain manfaat kognitif, menulis tangan juga berdampak positif bagi kesehatan mental dan fisik. Menulis menjadi cara efektif untuk mengungkapkan perasaan dan emosi atas berbagai pengalaman hidup.
Sebuah penelitian dari Selandia Baru menyatakan bahwa menuliskan pikiran dan perasaan setelah peristiwa traumatis dapat membantu penyembuhan luka fisik menjadi lebih cepat.
Sementara itu, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Psychiatric Treatment menunjukkan bahwa manfaat menulis tangan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap kesehatan secara keseluruhan. Kebiasaan menulis manual diketahui dapat meningkatkan suasana hati, kesejahteraan, serta fungsi tubuh seperti paru-paru dan hati. Selain itu, menulis juga dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, tingkat stres, dan gejala depresi.
Manfaat lainnya, jika Sahabat mengalami kesulitan tidur, cobalah untuk menulis. Studi dalam jurnal Applied Psychology: Health and Well-being menemukan bahwa menghabiskan sekitar 15 menit sebelum tidur untuk menuliskan hal-hal yang disyukuri dapat meningkatkan kualitas dan durasi tidur.
23 Januari: Hari Tulisan Tangan Sedunia
Sebagai penutup, perlu diketahui bahwa tanggal 23 Januari diperingati sebagai Hari Tulisan Tangan Sedunia. Hari ini menjadi momen bersejarah untuk merayakan keelokan dan keajaiban tulisan tangan, sebuah seni yang tidak hanya mencatat sejarah, tetapi juga menjadi teman setia bagi pikiran dan jiwa.
Di tengah gemerlap layar dan pesatnya dunia digital, peringatan ini mengajak kita untuk berhenti sejenak dan merayakan tinta yang menetes di atas kertas. Dengan menghargai seni tulisan tangan, kita dapat menemukan ketenangan dan ruang refleksi di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.
Pada Hari Tulisan Tangan Sedunia ini, mari kita mengangkat pena, merayakan jejak berharga masa lalu, dan menulis kisah-kisah baru yang akan terus dikenang. Sebuah perjalanan sederhana namun mendalam, di mana setiap huruf menjadi pengingat bahwa keindahan tulisan tangan tetap abadi di tengah laju modernitas.
Semoga bermanfaat.***
Editor: Andri Herdiansyah






