RADIO STREAMING SEHATI - Bandung, Anggota MPR RI Nurul Arifin menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar teks normatif, melainkan pedoman hidup yang harus terus dihidupkan dalam praktik keseharian masyarakat.
Penegasan itu ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang menempatkan isu kebangsaan sebagai fondasi pembentukan karakter warga negara.
Menurut politisi Partai Golkar tersebut, tantangan kebangsaan hari ini tidak cukup dijawab dengan hafalan nilai-nilai dasar negara.
Yang dibutuhkan adalah konsistensi dalam menyampaikan sekaligus meneladankan Pancasila sebagai orientasi hidup berbangsa dan bernegara.
“Pancasila adalah the way of life bangsa Indonesia. Nilai-nilainya harus terus disampaikan secara konsisten, bukan hanya dipahami, tetapi dijalankan,” kata Nurul Arifin. Senin, 8 Desember 2025 (Malam)
Ia menilai, arus globalisasi dan derasnya informasi digital membuat nilai kebangsaan rentan tergerus, terutama di kalangan generasi muda.
Karena itu, sosialisasi Empat Pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—perlu diarahkan pada upaya membumikan nilai, bukan sekadar memperbanyak forum seremonial.
Nurul menekankan, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai penjaga keberlanjutan nilai kebangsaan.
Implementasi Empat Pilar, kata dia, harus tercermin dalam sikap toleransi, tanggung jawab sosial, serta keberanian menjaga persatuan di tengah perbedaan.
“Empat pilar kebangsaan ini tidak boleh berhenti di ruang diskusi. Harus ada implementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda,” ujarnya.
Ia berharap, melalui sosialisasi yang berkelanjutan, masyarakat tidak hanya memahami konsep kebangsaan secara teoritis, tetapi mampu menjadikannya sebagai pijakan etis dalam mengambil keputusan—baik di ruang publik maupun kehidupan pribadi.***
Editor: Andri Herdiansyah






