RADIO STREAMING SEHATI - Sahabat Sehati Sejiwa tindakan mengampuni, mungkin merupakan hal tersulit yang semua orang pasti pernah alami. Apalagi saat mereka tersakiti, dikecewakan, atau dikhianati oleh seseorang dan kata "maaf" atau rasa menyesal tidak terdengar atau terlihat dari yang bersangkutan.
Mengampuni tidak sekedar kata- kata. Sahabat Sehati Sejiwa tahu bahwa seseorang bersalah kepadamu, tetapi di saat yang bersamaan Sahabat Sehati Sejiwa memutuskan untuk tidak mengindahkannya dan memaafkannya terlepas dari ia pantas atau tidak menerimanya, SELAMAT, Sahabat Sehati Sejiwa sudah mengampuni orang tersebut.
Tahukah Sahabat Sehati Sejiwa bahwa Global Forgiveness Day atau Hari Pengampunan Sedunia diperingati tiap tahun pada tanggal 7 Juli❓Diawali sejak tahun 1962 dengan adanya ‘A Symbol of Forgiveness’ (Simbol Pengampunan). Saat itu, masyarakat di Kota Brookings, Oregon, memaafkan seorang pilot pesawat tempur Jepang yang mengebom mereka di Perang Dunia II. Gagasan ini dilanjutkan oleh The Christian Embassy of Christ Ambassadors (CECA) di Kota Victoria, Kanada pada tahun 1995. Mereka membentangkan spanduk di pusat kota tentang pentingnya memaafkan.
Tindakan mengampuni atau memaafkan memang tidak selalu mudah, namun memaafkan bisa baik untuk kesehatan. Menurut jurnal Annals of Behavioral Medicine, memaafkan mampu menurunkan stres, mengurangi perasaan negatif, dan membantu mengidentifikasi makna dan tujuan hidup.
Memaafkan adalah proses untuk bisa melepaskan emosi negatif dan perasaan terluka yang telah terjadi pada diri. Banyak sekali manfaat memaafkan bagi kesehatan tubuh, baik fisik maupun mental. Mulai dari menurunkan risiko serangan jantung, mendapatkan tidur yang nyenyak, menurunkan tekanan darah dan tingkat kecemasan. Hidup tanpa memaafkan tak hanya memberikan beban psikis melainkan juga beban fisik. Kemarahan menempatkan seseorang dalam mode “terjaga” sehingga memberikan perubahan pada respons fisik mulai dari detak jantung, tekanan darah, dan respons imun. Kondisi ini meningkatkan risiko depresi, penyakit jantung dan diabetes, dan gangguan kesehatan lainnya. Ketika dalam kondisi marah, tekanan darah meningkat, sehingga bisa mengalami gangguan tidur.
Ketika dalam kondisi emosi tidak stabil, Sahabat Sehati Sejiwa lebih punya keinginan mengonsumsi makanan manis untuk menenangkan hati yang pada akhirnya bisa berdampak pada kesehatan. Obesitas, diabetes melitus, peningkatan kolesterol, adalah efek dari terlalu banyak makanan manis.
Memikirkan kesalahan orang secara berulang juga meningkatkan risiko mengalami gangguan obsesif- kompulsif (OCD), stres pasca-trauma (PTSD), atau bahkan gangguan psikosomatik. Gangguan psikosomatik terjadi ketika stres dan kecemasan menyebabkan penyakit fisik, seperti sakit perut atau migrain.
Ketika Sahabat Sehati Sejiwa melakukan pengampunan/ memaafkan, maka hal-hal yang disebutkan tadi tidak akan terjadi pada kesehatan fisik dan mental diri sendiri sehingga Sahabat Sehati Sejiwa bisa hidup lebih sehat dan move on dengan rencana hidup selanjutnya.
Memilih untuk memaafkan adalah pilihan terbaik untuk kedamaian hati. Suka tidak suka, kalau Sahabat Sehati Sejiwa ingin hidup yang lebih lapang dan lega, maka Sahabat Sehati Sejiwa harus bisa memaafkan/ memberikan pengampunan.
Menggunakan platform media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian dan memaafkan. Sahabat Sehati Sejiwa dapat membagikan kutipan inspiratif, cerita tentang rekonsiliasi, atau pengalaman pribadi dalam memaafkan. Dengan begitu, Sahabat Sehati Sejiwa dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama dan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis.
Hal lain yang bagus dilakukan untuk tindakan pengampunan adalah mengadakan sesi meditasi/ doa bersama atau sendiri - sendiri yang fokus pada tema memaafkan. Aktivitas ini dapat membantu kita menemukan ketenangan batin dan kekuatan untuk memaafkan karena meditasi dan doa juga dapat memperkuat ikatan spiritual dan memberikan energi positif untuk menjalani hari dengan lebih baik. Kemudian, mengajak semua orang untuk mencoba mengesampingkan perbedaan demi menciptakan dunia yang penuh dengan penyembuhan dan melepaskan hal-hal negatif. Seperti diketahui, perdamaian merupakan hal penting untuk memulihkan, memperkuat, serta membangun bangsa.
Oleh karena itulah Hari Pengampunan Sedunia penting untuk diperingati. Untuk itulah ingatkanlah diri Sahabat Sehati Sejiwa sendiri, bahwa betapa kuatnya pengampunan dan betapa positifnya hal itu dapat memengaruhi hidup Sahabat Sehati Sejiwa. Semakin banyak belajar untuk mengampuni, maka akan semakin mudah Sahabat Sehati Sejiwa memaafkan orang lain.
Semoga bermanfaat
Editor: Andri Herdiansyah






