RADIO SEHATI
  • Beranda
  • Berita
    • Headline
    • Hiburan
    • Ragam
    • Idea
    • Olahraga
  • Selayang Pandang
  • Jadwal Special Program
  • Kerjasama dan Iklan
  • Profil Pengelola
  • Alamat Kontak
RADIO SEHATI
Home BERITA

Viral Video WNI di Jerman Kecam Muslim Indonesia, Begini Respons MUI

Andri Herdiansyah Penulis: Andri Herdiansyah
Jumat, 16 Mei 2025
Viral Video WNI di Jerman Kecam Muslim Indonesia, Begini Respons MUI
Share on FacebookShare on Twitter

RADIO STREAMING SEHATI - Beberapa hari lalu beredar sebuah video viral tentang seorang perempuan yang mengaku sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) di Jerman. Dalam video tersebut, permpuan itu menuduh Indonesia dan umat Muslim tidak menjunjung tinggi nilai toleransi, menuding Alquran mengajarkan kekerasan terhadap kelompok non-Muslim, serta menyebut umat Islam melakukan Islamisasi di Eropa melalui pernikahan, pertukaran budaya, dan jalur imigrasi.

Terkait viral video tersebut, Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara.Ketua Komisi HLNKI MUI, DR Bunyan Saptomo, menilai pernyataan dalam video tersebut sebagai fitnah yang kejam dan tidak berdasar. Menurutnya, fakta justru menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat toleran, bahkan lebih toleran dibandingkan dengan sejumlah negara di Eropa.

RelatedPosts

Mitos atau Fakta: Menggunakan Ponsel saat Badai Petir Bisa Berbahaya?

Grok AI Elon Musk Tanggapi Pemblokiran Global, Begini Klarifikasinya di Tengah Kontroversi Deepfake

Mengenal Grok, AI Milik Elon Musk yang Diklaim Lebih ‘Berani’ dari ChatGPT

Bunyan menjelaskan Indonesia menjamin persamaan hak bagi semua kelompok agama dan suku. Contoh sederhana, hari libur resmi di Indonesia diberikan kepada seluruh agama. Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

“Di banyak negara Eropa, umat Islam tidak mendapatkan hak hari libur keagamaan secara resmi,” ungkap Bunyan di saluran YouTube MUITV Pusat dilansir dari laman resmi MUI.

Dia juga menyoroti perbedaan mencolok dalam dunia politik antara Indonesia dan sejumlah negara Eropa. Tidak ada partai atau tokoh politik di Indonesia yang secara terang-terangan mengusung agenda rasis atau anti-agama tertentu, berbeda dengan kondisi di beberapa negara Barat.

“Ya, dua contoh ini membuktikan bahwa Indonesia sangat toleran dan lebih toleran dari Eropa karena ada komitmen baik masyarakatnya, negaranya, dan pemimpin politik untuk menghormati persamaan hak,” ujarnya.

Terkait tudingan Alquran membunuh kelompok selain Islam, Bunyan menegaskan pernyataan tersebut sangat tidak sesuai dengan fakta yang ada. Bahkan dalam ayat Alquran ditegaskan bahwa membunuh satu orang sama dengan membunuh seluruh umat manusia.

Dia menyebut kalau tudingan bahwa umat Islam dianjurkan membunuh umat lain, tentu di Indonesia tentu tidak akan ada umat kelompok lain. “Tetapi faktanya di Indonesia masih ada lebih dari 13 persen umat dari agama lain,” ujar dia menjelaskan.

Sementara itu, Bunyan juga menanggapi tuduhan tentang Islamisasi di Eropa melalui pernikahan, kebudayaan, dan imigrasi. Menurutnya, hal ini adalah sesuatu yang sah secara hukum di Eropa, mengingat mereka menerima imigrasi, perkawinan lintas agama, dan pertukaran kebudayaan.

Namun, dia menekankan bahwa yang tidak sah justru adalah tindakan yang terjadi di masa lalu, seperti Gerakan Reconquista di Spanyol. Yaitu gerakan untuk menghapus, mengusir, membunuh umat Islam yang sempat berkuasa selama delapan abad di Spanyol.

Namun, kata Bunyan, saat ini kita menyaksikan akibat Reconquista populasi umat Islam di Spanyol hampir habis karena dibunuh dan diusir. “Hanya saat ini dengan mulai adanya kebebasan, alhamdulillah umat Islam di Spanyol dan di Eropa malah semakin berkembang," kata dia.

Lebih lanjut, dia menduga motif perempuan dalam video tersebut berkaitan dengan upaya memperoleh kewarganegaraan di negara tempat dia tinggal.

Dia membandingkan kasus ini dengan peristiwa serupa yang pernah terjadi di Amerika Serikat, ketika sejumlah WNI menggunakan narasi kerusuhan Mei 1998 untuk mengajukan suaka politik.

Jadi, Bunyan menilai apa yang dilakukan perempuan tersebut hanya untuk kepentingan pribadi, agar bisa diterima dan diakui sebagai warga negara setempat. “Sayangnya, dia menggunakan isu agama dan menjelekkan bangsanya sendiri,” ujarnya

Dia mengakhiri pernyataannya dengan harapan agar perdamaian dan toleransi antarumat beragama terus berkembang di dunia. "Mudah-mudahan di dunia kita bisa terus mengembangkan perdamaian dan toleransi antarumat beragama," ujar dia memungkasi perbincangan.

Editor: Andri Herdiansyah

Related Posts

Mitos atau Fakta: Menggunakan Ponsel saat Badai Petir Bisa Berbahaya?
BERITA

Mitos atau Fakta: Menggunakan Ponsel saat Badai Petir Bisa Berbahaya?

Kamis, 15 Januari 2026
Grok AI Elon Musk Tanggapi Pemblokiran Global, Begini Klarifikasinya di Tengah Kontroversi Deepfake
BERITA

Grok AI Elon Musk Tanggapi Pemblokiran Global, Begini Klarifikasinya di Tengah Kontroversi Deepfake

Sabtu, 10 Januari 2026
Mengenal Grok, AI Milik Elon Musk yang Diklaim Lebih ‘Berani’ dari ChatGPT
BERITA

Mengenal Grok, AI Milik Elon Musk yang Diklaim Lebih ‘Berani’ dari ChatGPT

Sabtu, 10 Januari 2026
Grok Diblokir di Indonesia, AI Milik X Disebut Picu Pornografi Deepfake yang Ancam Perempuan dan Anak
BERITA

Grok Diblokir di Indonesia, AI Milik X Disebut Picu Pornografi Deepfake yang Ancam Perempuan dan Anak

Sabtu, 10 Januari 2026
Bukan Mitos, Penelitian Ungkap Menyanyi Bisa Turunkan Stres dan Perkuat Imun
BERITA

Bukan Mitos, Penelitian Ungkap Menyanyi Bisa Turunkan Stres dan Perkuat Imun

Rabu, 7 Januari 2026
Kemenkes: Superflu Bukan Virus Baru, Warga Diminta Tingkatkan PHBS dan 3M
BERITA

Kemenkes: Superflu Bukan Virus Baru, Warga Diminta Tingkatkan PHBS dan 3M

Rabu, 7 Januari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Selayang Pandang
  • Jadwal Special Program
  • Kerjasama dan Iklan
  • Profil Pengelola
  • Alamat Kontak
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Headline
    • Hiburan
    • Ragam
    • Idea
    • Olahraga
  • Selayang Pandang
  • Jadwal Special Program
  • Kerjasama dan Iklan
  • Profil Pengelola
  • Alamat Kontak

© 2024 radiosehati.com

Klik Untuk Request dan Komen

RCAST.NET

Editor: Andri Herdiansyah

Request Lagu

Memuat…